Top News

Paragraf Kegalauan bagian 1

 


Hujan yang turun malam ini seperti menyadarkanku tentang betapa sepinya aku tanpa kehadiranmu. Setiap tetesnya terasa seperti air mata yang tak pernah jatuh. Angin yang bertiup seolah membisikkan kata-kata yang tak bisa aku dengar, tapi aku tahu itu adalah pesan tentang perpisahan yang tak bisa aku hindari. Rasanya aku ingin berlari mengejar hujan ini, berharap dapat membawa kembali semuanya yang hilang, termasuk dirimu.

Angin yang berhembus lembut seakan menyapaku dengan kenangan tentang kita. Hujan yang turun perlahan juga seperti menyelimuti hatiku yang terasa kosong. Dulu, saat hujan turun, kita selalu duduk bersama, berbicara tanpa henti, tertawa, dan merasa hangat meski cuaca dingin. Sekarang, hujan ini datang tanpa kamu, dan angin ini terasa begitu dingin, seakan ikut merasakan kehilangan yang tak kunjung reda.

Hujan selalu membuatku teringat padamu. Dulu kita sering berjalan di bawah hujan bersama, tidak peduli seberapa lebatnya, karena ada kamu yang selalu melindungiku. Tapi sekarang, hujan hanya mengingatkanku pada kenangan yang pahit, pada saat-saat di mana kita tak lagi bersama, dan aku hanya bisa berdiri di bawah hujan, merasakan setiap tetesnya jatuh, seperti perasaan ini yang tak pernah berhenti mengalir.

Angin yang berhembus di malam hujan ini seakan mengingatkanku pada saat-saat kita bertemu. Aku ingin percaya bahwa angin itu adalah pesan darimu, bahwa kamu juga merasakan hal yang sama. Tapi kenyataannya, angin dan hujan ini tak bisa membawa kembali apa yang sudah hilang. Mereka hanya hadir untuk membuatku merasa lebih kesepian, seolah dunia ini berputar tanpa tujuan, sama seperti hatiku yang terus mencari, namun tak pernah menemukan.

Hujan turun dengan deras, dan aku hanya bisa berdiri, merasakan setiap tetesnya, berharap ia bisa membasuh semua kesedihan yang ada. Angin berhembus kencang, membawa aroma yang familiar, yang selalu aku hirup saat kita bersama. Kenapa rasanya semakin sulit untuk melepaskan kenangan itu? Bahkan hujan dan angin pun seakan mengingatkan betapa indahnya saat kita dulu tak terpisahkan, dan betapa kosongnya dunia ini tanpamu.

Setiap kali angin bertiup kencang dan hujan turun deras, hatiku menjadi semakin berat. Dulu, kita akan berlari bersama, berlindung di bawah atap yang sama, berdua. Sekarang, angin dan hujan hanya menjadi saksi bisu betapa aku merindukanmu. Rasanya semua kenangan itu datang kembali, seolah menghantui setiap langkahku, dan aku merasa terjebak di dalam waktu yang tak ingin beranjak.

Hujan yang turun begitu lebat malam ini membuatku terdiam dalam sepi. Aku merasa seperti hujan itu sendiri, menangis tanpa suara. Angin yang berhembus begitu kencang terasa seperti hembusan perpisahan yang tak bisa kuhindari. Semua yang kita miliki kini hanya menjadi kenangan yang terbawa oleh hujan dan angin, hilang tanpa jejak, meninggalkan aku yang masih berusaha untuk bertahan.

Saat hujan turun dan angin bertiup kencang, aku merasa seperti dunia ini terlalu berat untuk dijalani. Semua kenangan tentang kita seperti terbuang begitu saja, dibawa pergi oleh angin, dan dihanyutkan oleh hujan. Aku bertanya-tanya, apakah kamu juga merasakan hal yang sama? Ataukah hanya aku yang terus terjebak dalam kenangan ini, menunggu sesuatu yang tak pernah datang kembali?

Angin dan hujan seolah menjadi pengingat betapa aku kehilanganmu. Setiap kali hujan turun, aku merasa seperti sedang berada di tempat yang sangat jauh dari kenyataan. Angin membawa bayangan tentang kita, dan hujan seakan mencoba menghapus semua yang pernah ada. Namun, meskipun hujan datang, dan angin berlalu, kenangan itu tetap ada, terpatri dalam hati, tak bisa hilang begitu saja.

Malam ini hujan turun dengan sangat deras, seperti perasaan yang terus membasahi hatiku. Angin yang berhembus terasa begitu dingin, membawa rasa kehilangan yang mendalam. Aku duduk di sini, terdiam, berharap hujan ini bisa menghanyutkan semua kerinduan yang menggunung. Namun, semakin aku mencoba untuk melupakanmu, semakin besar angin dan hujan ini datang, seakan mengingatkan bahwa kamu masih ada di setiap hembusan angin dan tetesan hujan.

 

Post a Comment

kirimkan saran dan kritik yang membangun

Lebih baru Lebih lama