Hujan yang turun malam ini seperti menyadarkanku
tentang betapa sepinya aku tanpa kehadiranmu. Setiap tetesnya terasa seperti
air mata yang tak pernah jatuh. Angin yang bertiup seolah membisikkan kata-kata
yang tak bisa aku dengar, tapi aku tahu itu adalah pesan tentang perpisahan
yang tak bisa aku hindari. Rasanya aku ingin berlari mengejar hujan ini,
berharap dapat membawa kembali semuanya yang hilang, termasuk dirimu.
Angin yang berhembus lembut seakan menyapaku dengan
kenangan tentang kita. Hujan yang turun perlahan juga seperti menyelimuti
hatiku yang terasa kosong. Dulu, saat hujan turun, kita selalu duduk bersama,
berbicara tanpa henti, tertawa, dan merasa hangat meski cuaca dingin. Sekarang,
hujan ini datang tanpa kamu, dan angin ini terasa begitu dingin, seakan ikut
merasakan kehilangan yang tak kunjung reda.
Hujan selalu membuatku teringat padamu. Dulu kita
sering berjalan di bawah hujan bersama, tidak peduli seberapa lebatnya, karena
ada kamu yang selalu melindungiku. Tapi sekarang, hujan hanya mengingatkanku
pada kenangan yang pahit, pada saat-saat di mana kita tak lagi bersama, dan aku
hanya bisa berdiri di bawah hujan, merasakan setiap tetesnya jatuh, seperti
perasaan ini yang tak pernah berhenti mengalir.
Angin yang berhembus di malam hujan ini seakan
mengingatkanku pada saat-saat kita bertemu. Aku ingin percaya bahwa angin itu
adalah pesan darimu, bahwa kamu juga merasakan hal yang sama. Tapi
kenyataannya, angin dan hujan ini tak bisa membawa kembali apa yang sudah
hilang. Mereka hanya hadir untuk membuatku merasa lebih kesepian, seolah dunia
ini berputar tanpa tujuan, sama seperti hatiku yang terus mencari, namun tak
pernah menemukan.
Hujan turun dengan deras, dan aku hanya bisa
berdiri, merasakan setiap tetesnya, berharap ia bisa membasuh semua kesedihan
yang ada. Angin berhembus kencang, membawa aroma yang familiar, yang selalu aku
hirup saat kita bersama. Kenapa rasanya semakin sulit untuk melepaskan kenangan
itu? Bahkan hujan dan angin pun seakan mengingatkan betapa indahnya saat kita
dulu tak terpisahkan, dan betapa kosongnya dunia ini tanpamu.
Setiap kali angin bertiup kencang dan hujan turun
deras, hatiku menjadi semakin berat. Dulu, kita akan berlari bersama,
berlindung di bawah atap yang sama, berdua. Sekarang, angin dan hujan hanya
menjadi saksi bisu betapa aku merindukanmu. Rasanya semua kenangan itu datang
kembali, seolah menghantui setiap langkahku, dan aku merasa terjebak di dalam
waktu yang tak ingin beranjak.
Hujan yang turun begitu lebat malam ini membuatku
terdiam dalam sepi. Aku merasa seperti hujan itu sendiri, menangis tanpa suara.
Angin yang berhembus begitu kencang terasa seperti hembusan perpisahan yang tak
bisa kuhindari. Semua yang kita miliki kini hanya menjadi kenangan yang terbawa
oleh hujan dan angin, hilang tanpa jejak, meninggalkan aku yang masih berusaha
untuk bertahan.
Saat hujan turun dan angin bertiup kencang, aku
merasa seperti dunia ini terlalu berat untuk dijalani. Semua kenangan tentang
kita seperti terbuang begitu saja, dibawa pergi oleh angin, dan dihanyutkan
oleh hujan. Aku bertanya-tanya, apakah kamu juga merasakan hal yang sama?
Ataukah hanya aku yang terus terjebak dalam kenangan ini, menunggu sesuatu yang
tak pernah datang kembali?
Angin dan hujan seolah menjadi pengingat betapa aku
kehilanganmu. Setiap kali hujan turun, aku merasa seperti sedang berada di
tempat yang sangat jauh dari kenyataan. Angin membawa bayangan tentang kita,
dan hujan seakan mencoba menghapus semua yang pernah ada. Namun, meskipun hujan
datang, dan angin berlalu, kenangan itu tetap ada, terpatri dalam hati, tak
bisa hilang begitu saja.
Malam ini hujan turun dengan sangat deras, seperti
perasaan yang terus membasahi hatiku. Angin yang berhembus terasa begitu
dingin, membawa rasa kehilangan yang mendalam. Aku duduk di sini, terdiam,
berharap hujan ini bisa menghanyutkan semua kerinduan yang menggunung. Namun,
semakin aku mencoba untuk melupakanmu, semakin besar angin dan hujan ini
datang, seakan mengingatkan bahwa kamu masih ada di setiap hembusan angin dan
tetesan hujan.
Posting Komentar
kirimkan saran dan kritik yang membangun