
Apakah
Dampak Terburuk Ujian Nasional Bagi Siswa?
Oleh: Dr. H. Fauzan, M. Pd.
Ujian
Nasional (UN) sudah lama menjadi bagian penting dari sistem pendidikan di
Indonesia selama beberapa dekade. Tetapi, di balik tujuannya untuk mengukur
pencapaian standar pendidikan nasional, UN kerap kali menyertakan berbagai
dampak buruk yang signifikan. Dampak ini dirasakan oleh siswa, juga guru, orang tua, dan sistem pendidikan
secara keseluruhan.
Beberapa
dampak negatif yang diakibatkan dilaksanakannya UN dalam sistem pendidikan
kita, di antaranya:
a. Adanya Tekanan Psikologis pada Siswa
Salah satu dampak terburuk dari Ujian Nasional adalah tekanan psikologis yang dirasakan oleh siswa. UN sering dianggap sebagai penentu masa depan, sehingga banyak siswa merasa cemas, stres, bahkan depresi. Menurut Dr. Seto Mulyadi (2019), seorang pakar psikologi anak, "Beban berat yang ditanggung siswa akibat UN dapat memengaruhi kesehatan mental mereka. Banyak siswa menjadi takut gagal hingga mengalami gangguan kecemasan."
b. Adanya
Kecendrungan Peningkatan Praktik Kecurangan
Tekanan untuk mencapai nilai tinggi kerapkali mendorong para siswa, guru, dan bahkan sekolah untuk melakukan kecurangan. Fenomena ini menunjukkan bahwa UN, alih-alih meningkatkan kualitas pendidikan, justru dapat menciptakan budaya tidak jujur. Hal ini dikemukakan oleh Darmaningtyas (2016), seorang pengamat pendidikan, yang menyebut bahwa "Kecurangan dalam UN adalah refleksi dari sistem yang terlalu berorientasi pada hasil, bukan proses."
c. Adanya
Praktek Diskriminasi Terhadap Siswa dengan Kebutuhan Khusus
UN kerap kali tidak ramah terhadap siswa berkebutuhan khusus. Soal-soal yang dibuat dengan standar tertentu tidak memperhitungkan kebutuhan individual siswa. Hal ini dapat menyebabkan siswa dengan kemampuan berbeda merasa terpinggirkan. Prof. Fasli Jalal (2018), pakar pendidikan, menegaskan, "Sistem evaluasi pendidikan seperti UN seharusnya inklusif dan tidak membatasi siswa berkebutuhan khusus dalam menunjukkan potensi mereka."
d.
Terjadinya Pergeseran Fokus Pembelajaran
UN kerapkali menggeser fokus pembelajaran dari pemahaman konsep menjadi sekadar mengejar nilai. Guru cenderung mengajarkan materi yang hanya akan keluar di ujian, sehingga pembelajaran menjadi tidak holistik. Hal ini diungkapkan oleh Suyanto (2017), Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta, yang menyatakan, "Sistem UN membuat siswa belajar untuk ujian, bukan untuk pemahaman atau pengembangan keterampilan hidup."
Dari tulisan
sederhana di atas dapat dinyatakan bahwa Ujian Nasional telah menimbulkan
dampak buruk yang tidak bisa diabaikan, mulai dari tekanan psikologis, kecurangan,
hingga diskriminasi. Untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik,
evaluasi berbasis UN perlu diganti dengan metode yang lebih inklusif dan
holistik, seperti penilaian berbasis proyek atau portofolio.
Daftar Pustaka
Darmaningtyas. (2016). Pendidikan dalam Bayang-Bayang Ujian Nasional. Jakarta: Kompas Gramedia.
Fasli Jalal.
(2018). "Membangun Pendidikan Inklusif di Indonesia". Jurnal
Pendidikan Nasional.
Seto
Mulyadi. (2019). Psikologi Anak dan Pendidikan di Era Modern. Jakarta:
Erlangga.
Suyanto.
(2017). "Pengaruh Ujian Nasional terhadap Pembelajaran Holistik".
Jurnal Pendidikan Indonesia.
Posting Komentar
kirimkan saran dan kritik yang membangun