SEBELUM SENJA
Ketika langit berwarna biru muda
Awan
awan masih putih hiasi angkasa
Tiada
tanda hujan akan turun
Sebelum
senja di waktu yang bersahaja
Namun
udara tiba tiba dingin
Dan
warna langit menjadi kelabu
Diiringi
derasnya hujan yang turun
Kita
berlari kecil mencari tempat berteduh
Kenangan
itu masih membekas diingatan
Bertemu
denganmu wanita yang ku puja
Berharap
semuanya indah selamanya
Sampai
nanti kita menuju mahligai
Namun
takdir berkata lain
Waktu
membuatmu cepat berubah
Tiada
lagi kamu yang dulu setiap
Ketika
entah wajah siapa membuatmu tergoda
Serupa
langit sebelum senja
Biru
muda kau ubah menjadi kelabu
Hari
hari yang indah berseri
Kini
menjadi derasnya jatuh air mata
Sang Pujaan
Sejuknya angin yang menerpa Kini kehangatan yang terasa Langit malam nan begitu kelam Indah terpandang karnamu sang bintang
Duniaku yang begitu suram Kini tlah indah terpandang Mentari kembali bersinar Karna senyummu yang terbingkai
Awan hitam kini telah kelam Mentari terbit dan bersinar Alangkah hatiku senang dan riang Saat kau bersandar di pangkuan
Kuingin angan tergapai Bersamamu kelak di masa depan Teruslah di sampingku, wahai sang pujaan Hingga kelak mataku terpejam
Bogor, 09 desember 2024.
Impian manis
Seuntai
rambut memutih
Tongkat
menjadi kaki ketiga Pandang mulai memudar
Kuimpikan
tua bersamamu
Saat
senja datang
Namun,
tak seindah seperti biasa
Ketika
gelap datang
Kau
seperti bulan yang terpancar terang
Tiada
yang lebih indah
Tiada
yang lebih rindu
Selain
hatiku
Sinarmu
sangat terang untuk awan yang begitu gelap
Jangan
lepas genggam ini dariku
Biarkan
tatapan lebih lama lagi
Tetaplah
menjadi milikku
Kita
akan menikmati senja bersama-sama
Bionarasi :
ρrincēssな adalah nama pena dari Silvaa, seorang perempuan
berbakat kelahiran Bogor pada 10 November 1999. Sebagai seorang pencinta buku
dan novel. Saat ini, ia sedang menjalani masa magang di Rs.permata sebagai
mahasiswa di UIKA. Dengan bakat menulis yang luar biasa, kini ia berhasil
mencuri perhatian melalui novel perdananya yang berjudul "Luka Anak yang
Tak Pernah Dianggap".Karya tersebut membawanya meraih Juara Pertama
diajang Anugerah Sasa Publishing. Selain itu, ia telah memenangkan beberapa
piala dari lomba cerpen dan puisi. ia juga tengah menulis sebuah cerpen
berjudul "Maafkan Arinza Bang" diaplikasi Wattpad dan belum
dipublikasikan. Dan 30 Besar Anugerah COMPETER 2025 yang pemenangnya diumumkan
pada 1 Januari 2025
Posting Komentar
kirimkan saran dan kritik yang membangun